Hidup dan tinggal di Panti Jompo sebagai pilihan terakhir bagi lanjut usia

April 13th, 2010 by rockyblank

Apakah orang tua yang sudah memasuki masa pensiun atau masa lanjut usia, harus tinggal dan hidup selamanya bersama di rumah anak-anak atau cucu mereka atau di rumah khusus perawatan ( rumah Panti) ?

Apakah orang tua yang sudah memasuki masa pensiun harus tinggal dan hidup selamanya bersama di rumah anak-anak dan cucu menjadi sebuah pilihan pribadi ?, atau pada situasi dan keadaan yang bagaimanakah harus tinggal dan hidup bersama di rumah anak-anak atau cucu selamanya , menjadi suatu pilihan pribadi ?

Pertama, karena lansia mengalami penurunan kondisi fisik dan psikis;

Melihat kondisi fisik dan psikis orang tua yang sudah lanjut usia adalah sama seperti melihat bayi, ke dua orang tersebut sama-sama membutuhkan perawatan dan perhatian khusus. Selain itu pula, beberapa orang tua dari mereka karena kondisi medis yang sudah sangat lemah sekali, tentunya sangat memerlukan sekali bantuan dari orang lain yang benar-benar telah berpengalaman dalam merawat orang tua yang sudah berusia lanjut.

Kondisi yang yang demikian ini mampukah keluarga menyediakan waktu khusus selama 24 Jam secara terus menerus untuk merawat orang tua dengan kondisi demikian tersebut ? dan apakah keluarga telah memiliki keahlian khusus untuk merawat orang lanjut usia ? jika tidak, maka bisa terjadi malapraktek dalam mengasuh dan merawat orang tua yang sudah lanjut usia.
Demi kelangsungan kehidupan orang tua yang sudah lanjut usia, maka pada akhirnya mereka memutuskan menyerahkan sepenuhnya perawatan orang tua, pada rumah khusus perawatan ( rumah panti ), dengan harapan perawatan orang tua lebih terjamin daripada harus tinggal dan hidup selamanya bersama anak-anak atau cucu.

Kedua, karena alasan finansial,

Pada umumnya orang tua sudah menjalani usia lanjut atau masa pensiun, maka secara finansial, dapat di katakan sudah tidak memiliki penghasilan tetap, sehingga sudah tidak mampu lagi untuk membiayai hidup untuk diri sendiri dan keluarganya. Bagi keluarga yang hidupnya secara finansial pada level rendah, tentunya menjadi beban tersendiri, karena secara ekonomis mereka masih kesulitan untuk menanggung biaya beban hidup yang nilainya semakin bertambah, sedangkan waktu mereka telah habis terserap untuk mencari nafkah, bahkan mereka sering harus kerja ekstra tambahan untuk mendapatkan finansial tambahan. Sehingga mereka terpaksa merelakan orang tua untuk tinggal dan hidup selamanya di rumah khusus perawatan ( rumah Panti jompo).

Ketiga, karena alasan lingkungan sosial,

Di negara-negara berkembang, seperti di negara indonesia, masih banyak orang tua yang sudah lanjut usia, dengan terpaksa harus tinggal dan hidup di teras depan toko, banguan kosong, di bawah jembatan, menempel di rumah orang lain atau ditempat-tempat lain yang bisa digunakan untuk tidur.

Kondisi yang demikian ini sering mendapat penolakan dari berbagai lapisan masyarakat karena sering menimbulkan hal-hal negatif, dan sebenarnya kondisi yang demikian ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat, oleh sebab itu pemerintah sering mengadakan kegiatan pembersihan serta sosialisasi, untuk meminta mereka secara sadar dan sukarela untuk bersedia tinggal dan hidup di rumah khusus perawatan ( rumah Panti Jompo).

Meskipun masih ada sebagian besar yang belum menyadari, tetapi sudah ada sebagian yang bisa menerima secara sadar dan sukarela, bagi yang belum bisa menerima rata-rata mereka mengatakan bahwa dengan cara hidup yang demikian tersebut mereka bisa setiap hari memperoleh uang, meskipun suatu saat mereka harus menderita sakit-sakitan, harus kehujanan, kedinginan, dan sebagainya.

Keempat, karena alasan kesepian,

Bagi orang tua yang menjalani masa pensiun atau yang sudah lanjut usia, masa tersebut telah membuat mereka merasa kesepian, sehingga kebutuhan mereka sering tidak terpenuhi, sedangkan waktu yang dimiliki oleh anggota keluarga sudah sangat sedikit sekali karena mereka harus bekerja keras untuk mencari nafkah guna menghidupi anggota keluarga yang lain ( seperti : biaya sekolah, kesehatan, membangun rumah, dan sebagainya ).

Untuk menutup sebagian kebutuhan orang tua yang kurang terpenuhi tadi, pada akhirnya mereka terpaksa merelakan orang tua mereka harus tinggal dan hidup selamanya di rumah perawatan ( rumah Panti Jompo), dengan harapan mereka tidak merasa kesepian lagi, karena disana mereka bisa bertemu dengan teman-teman yang se usia, dalam jumlah yang cukup banyak.

Keempat alasan tersebut di atas belum merupakan alasan mutlak atau alasan yang kuat karena masih ada keluarga lain yang mengabaikan keempat alasan tersebut di atas, karena masih ada yang memegang prinsip dan tradisi (adat) adanya hubungan tiga generasi ( muda, dewasa dan tua ) yang harus tetap terbangun, karena merawat orang tua adalah merupakan tanggung jawab utama dari anak dan cucu, karena bila orang tua masih tetap kumpul bersama maka tercipta suatu kehangatan, saling tukar pengalaman, sehingga hubungan ke tiga generasi tersebut tetap tejalin utuh.

Singkatnya, saya serahkan sepenuhnya kepada anggota keluarga untuk menjatuhkan pilihan mereka bahwa orang tua harus hidup dengan anak-anak atau dengan cucu daripada harus tinggal dan hidup selamanya di rumah khusus perawatan ( rumah Panti), karena semua itu banyak faktor dan alasan yang kuat, sebagai pilihan terakhir untuk tinggal dan hidup selamanya dirumah khusus perawatan ( rumah Panti).

====================================
Demak, 13 April 2010, Jam : 20.55 WIB
Diposting oleh = BRAM IRIANTO.
E-MAIL =  rockyblank at gmail.com
Blog = http://www.kencangratis.blogspot.com

Latar belakang Pelayanan Sosial Lanjut Usia

Hidup dan tinggal di Panti Jompo sebagai pilihan terakhir bagi lanjut usia

April 13th, 2010 by rockyblank

Apakah orang tua yang sudah memasuki masa pensiun atau masa lanjut usia, harus tinggal dan hidup selamanya bersama di rumah anak-anak atau cucu mereka atau di rumah khusus perawatan ( rumah Panti) ?

Apakah orang tua yang sudah memasuki masa pensiun harus tinggal dan hidup selamanya bersama di rumah anak-anak dan cucu menjadi sebuah pilihan pribadi ?, atau pada situasi dan keadaan yang bagaimanakah harus tinggal dan hidup bersama di rumah anak-anak atau cucu selamanya , menjadi suatu pilihan pribadi ?

Pertama, karena lansia mengalami penurunan kondisi fisik dan psikis;

Melihat kondisi fisik dan psikis orang tua yang sudah lanjut usia adalah sama seperti melihat bayi, ke dua orang tersebut sama-sama membutuhkan perawatan dan perhatian khusus. Selain itu pula, beberapa orang tua dari mereka karena kondisi medis yang sudah sangat lemah sekali, tentunya sangat memerlukan sekali bantuan dari orang lain yang benar-benar telah berpengalaman dalam merawat orang tua yang sudah berusia lanjut.

Kondisi yang yang demikian ini mampukah keluarga menyediakan waktu khusus selama 24 Jam secara terus menerus untuk merawat orang tua dengan kondisi demikian tersebut ? dan apakah keluarga telah memiliki keahlian khusus untuk merawat orang lanjut usia ? jika tidak, maka bisa terjadi malapraktek dalam mengasuh dan merawat orang tua yang sudah lanjut usia.
Demi kelangsungan kehidupan orang tua yang sudah lanjut usia, maka pada akhirnya mereka memutuskan menyerahkan sepenuhnya perawatan orang tua, pada rumah khusus perawatan ( rumah panti ), dengan harapan perawatan orang tua lebih terjamin daripada harus tinggal dan hidup selamanya bersama anak-anak atau cucu.

Kedua, karena alasan finansial,

Pada umumnya orang tua sudah menjalani usia lanjut atau masa pensiun, maka secara finansial, dapat di katakan sudah tidak memiliki penghasilan tetap, sehingga sudah tidak mampu lagi untuk membiayai hidup untuk diri sendiri dan keluarganya. Bagi keluarga yang hidupnya secara finansial pada level rendah, tentunya menjadi beban tersendiri, karena secara ekonomis mereka masih kesulitan untuk menanggung biaya beban hidup yang nilainya semakin bertambah, sedangkan waktu mereka telah habis terserap untuk mencari nafkah, bahkan mereka sering harus kerja ekstra tambahan untuk mendapatkan finansial tambahan. Sehingga mereka terpaksa merelakan orang tua untuk tinggal dan hidup selamanya di rumah khusus perawatan ( rumah Panti jompo).

Ketiga, karena alasan lingkungan sosial,

Di negara-negara berkembang, seperti di negara indonesia, masih banyak orang tua yang sudah lanjut usia, dengan terpaksa harus tinggal dan hidup di teras depan toko, banguan kosong, di bawah jembatan, menempel di rumah orang lain atau ditempat-tempat lain yang bisa digunakan untuk tidur.

Kondisi yang demikian ini sering mendapat penolakan dari berbagai lapisan masyarakat karena sering menimbulkan hal-hal negatif, dan sebenarnya kondisi yang demikian ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat, oleh sebab itu pemerintah sering mengadakan kegiatan pembersihan serta sosialisasi, untuk meminta mereka secara sadar dan sukarela untuk bersedia tinggal dan hidup di rumah khusus perawatan ( rumah Panti Jompo).

Meskipun masih ada sebagian besar yang belum menyadari, tetapi sudah ada sebagian yang bisa menerima secara sadar dan sukarela, bagi yang belum bisa menerima rata-rata mereka mengatakan bahwa dengan cara hidup yang demikian tersebut mereka bisa setiap hari memperoleh uang, meskipun suatu saat mereka harus menderita sakit-sakitan, harus kehujanan, kedinginan, dan sebagainya.

Keempat, karena alasan kesepian,

Bagi orang tua yang menjalani masa pensiun atau yang sudah lanjut usia, masa tersebut telah membuat mereka merasa kesepian, sehingga kebutuhan mereka sering tidak terpenuhi, sedangkan waktu yang dimiliki oleh anggota keluarga sudah sangat sedikit sekali karena mereka harus bekerja keras untuk mencari nafkah guna menghidupi anggota keluarga yang lain ( seperti : biaya sekolah, kesehatan, membangun rumah, dan sebagainya ).

Untuk menutup sebagian kebutuhan orang tua yang kurang terpenuhi tadi, pada akhirnya mereka terpaksa merelakan orang tua mereka harus tinggal dan hidup selamanya di rumah perawatan ( rumah Panti Jompo), dengan harapan mereka tidak merasa kesepian lagi, karena disana mereka bisa bertemu dengan teman-teman yang se usia, dalam jumlah yang cukup banyak.

Keempat alasan tersebut di atas belum merupakan alasan mutlak atau alasan yang kuat karena masih ada keluarga lain yang mengabaikan keempat alasan tersebut di atas, karena masih ada yang memegang prinsip dan tradisi (adat) adanya hubungan tiga generasi ( muda, dewasa dan tua ) yang harus tetap terbangun, karena merawat orang tua adalah merupakan tanggung jawab utama dari anak dan cucu, karena bila orang tua masih tetap kumpul bersama maka tercipta suatu kehangatan, saling tukar pengalaman, sehingga hubungan ke tiga generasi tersebut tetap tejalin utuh.

Singkatnya, saya serahkan sepenuhnya kepada anggota keluarga untuk menjatuhkan pilihan mereka bahwa orang tua harus hidup dengan anak-anak atau dengan cucu daripada harus tinggal dan hidup selamanya di rumah khusus perawatan ( rumah Panti), karena semua itu banyak faktor dan alasan yang kuat, sebagai pilihan terakhir untuk tinggal dan hidup selamanya dirumah khusus perawatan ( rumah Panti).

====================================
Demak, 13 April 2010, Jam : 20.55 WIB
Diposting oleh = BRAM IRIANTO.
E-MAIL =  rockyblank at gmail.com
Blog = http://www.kencangratis.blogspot.com

Latar belakang Pelayanan Sosial Lanjut Usia

LATAR BELAKANG PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA

April 2nd, 2010 by rockyblank

Dari tahun ketahun fakta data membuktikan bahwa usia harapan hidup penduduk Indonesia semakin meningkat, yang diiringi dengan menurunnya tingkat fertilitas, sebagai salah satu dampak dari semakin majunya tehnologi kesehatan, sehingga hal ini telah memicu terjadinya “Pertumbuhan jumlah manusia lanjut usia (Manula) secara cepat.

Kondisi tersebut telah membawa konsekuensi timbulnya berbagai masalah yang berkaitan dengan kondisi jasmaniah, rohaniah, sosial dan ekonomi bagi para manusia lanjut usia, sehingga mendorong semakin pentingnya kebutuhan penyediaan berbagai macam pelayanan sosial bagi yang bersangkutan.

Adapun faktor-faktor penyebab timbulnya berbagai kebutuhan pelayanan sosial tersebut, antara lain :

- Makin menguatnya tipologi keluarga inti yang berakibat pula bergesernya nilai dan pandangan keluarga terhadap manusia lanjut usia, contoh : Di zaman modern seperti sekarang ini, manusia seperti mesin produksi pencetak uang, waktunya banyak tersita untuk bekerja demi mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, sehingga jika ada salah seorang anggota keluarganya yang telah berusia lanjut, maka waktu untuk memberikan pelayanan/perawatan tentunya sangat minim sekali bahkan mungkin tidak ada sama sekali, akibatnya yang bersangkutan kurang mendapatkan pelayanan yang maksimal atau dengan kata lain mengalami terlantar di rumah sendiri.

- Terjadinya perubahan fungsi dan peran keluarga yang mengakibatkan makin sulitnya keluarga untuk mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pemenuhan kebutuhan lanjut usia ;

- Menguatnya kebutuhan lanjut usia sebagai akibat dari pengaruh perubahan fisik dan psikologinya yang terus mengalami penurunan, contoh : tenaga berkurang, penglihatan berkurang, pendengaran berkurang, dan sebagainya.

- Terbatasnya hubungan dan komunikasi lanjut usia dengan lingkungannya.

- Kesempatan dan produktivitas kerja menurun.

- Pada umumnya lanjut usia rawan atau rentan terhadap penyakit.
contohnya : sering merasa pegal-pegal dan linu, darah tinggi, stroke, kolesterol, dan sebagainya.

- Terbatasnya kemampuan di dalam memanfaatkan dan mendayagunakan sumber yang ada.

==========
Demak, 02 April 2010, Jam : 09.35 WIB
Penulis = BRAM IRIANTO
Email =  rockyblank at gmail.com
Blog = http://www.kencangratis.blogspot.com

Halo dunia!

Mei 12th, 2009 by rockyblank

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!